Workhsop Bedah Film - teratai Ditengah Hujan


“Film yang kuat tidak hanya menunjukan dari mana kita berasal, tetapi kuga menceritakan siapa kita, apa yang kita hadapi, dan kemana kita ingin melangkah sebagai manusia” @captain_gugum

Film bukan sekadar susunan gambar bergeraknya, melainkan metafora kehidupan yang dipahat lewat cahaya, sudut pandang, dan narasi. Seperti teratai yang tetap mekar anggun meski dihantam derasnya hujan, sebuah karya film menyembunyikan ketahanan, estetika, dan makna mendalam yang menunggu untuk dipahami bukan sekadar dilihat.

Melalui “Workshop Bedah Film” kita diajak untuk melangkah lebih jauh dari sekedar penonton pasif, dan membedah filosofi seni dan pesan filosofis yang tersimpan dalam Film “Teratai di Tengah Hujan”.




@dandandedeamung Bersama Pak Dandan, kita diajak memahami wayang golek dari kacamata film membantu kita melihat bahwa Seni tradisi tidak pernah ketinggalan zaman, ia hanya menunggu untuk diceritakan kembali lewat sudut pandang baru.

@dyahayuwiwid Sinema menjadi jembatan yang menghubungkan akar masa lalu dengan perspektif masa kini, menjadikan kebudayaan tetap relevan dan hidup. Beliau memaparkan bahwa film memiliki kekuatan luar biasa untuk merawat identitas budaya, mengeksplorasi narasi lokal, serta menghadirkannya kembali kepada audiens global tanpa kehilangan jati dirinya.

Keberhasilan dan kelancaran rangkaian acara ini tidak lepas dari dukungan penuh serta sinergi yang luar biasa dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Barat. @bp_kebudayaan_jawabarat

Kebersamaan yang luar biasa di Workshop Bedah Film! Terima kasih banyak kepada para praktisi, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum yang telah meramaikan dan berbagi sudut pandang di acara ini.🙏🏻

Comments