Film "GempaR – Simulasi Bencana Gempa" Sebuah Film Pendek Karya Kampung Film Black Team Bersama BPBD Kota Bandung
Bandung, Juli 2026 – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana gempa bumi terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif. Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi antara Kampung Film Black Team dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung dengan memproduksi film edukasi berjudul "GempaR – Simulasi Bencana Gempa" yang mengambil lokasi di Rusunawa Cingised, Kota Bandung.
Produksi film tersebut berlangsung dari Juni hingga Juli 2026, dengan melibatkan masyarakat Rusunawa Cingised sebagai pemeran utama. Film ini dijadwalkan tayang perdana pada Agustus 2026 sekaligus syuting secara live streaming di lingkungan Rusunawa Cingised sebagai bagian dari kegiatan edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat.
Film "GempaR" mengangkat skenario simulasi penanganan gempa bumi di kawasan rumah susun. Melalui alur cerita yang realistis, masyarakat diperlihatkan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi, mulai dari upaya penyelamatan diri, proses evakuasi, hingga koordinasi dengan petugas penanggulangan bencana.
Yang membedakan produksi ini dari film edukasi pada umumnya adalah keterlibatan langsung warga sebagai bagian dari proses kreatif. Anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia ikut berpartisipasi sebagai pemain maupun pendukung produksi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman yang lebih kuat karena masyarakat tidak hanya menerima materi edukasi, tetapi juga mengalami langsung simulasi melalui proses pembuatan film.
Sementara itu, Pendiri Kampung Film Black Team, Captain Gugum / Gumilar Sayidul Akbar, S.Kom , menjelaskan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai media pendidikan sosial.
"Kami percaya bahwa film mampu menyampaikan pesan dengan cara yang lebih menyentuh dan mudah diingat. Dalam produksi 'GempaR', kami ingin menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya berkualitas secara sinematik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keterlibatan warga Rusunawa Cingised menjadi kekuatan utama film ini karena mereka bukan sekadar objek cerita, melainkan bagian dari proses pembelajaran bersama."
Selama proses produksi, para peserta mendapatkan pendampingan mengenai prosedur keselamatan saat gempa, teknik evakuasi mandiri, serta pentingnya koordinasi antar warga ketika menghadapi kondisi darurat. Dengan demikian, proses syuting tidak hanya menghasilkan sebuah karya film, tetapi juga menjadi pengalaman dari simulasi kebencanaan yang edukatif.
Antusiasme warga terlihat sejak hari pertama produksi. Kehadiran berbagai kelompok usia dalam satu proses kreatif mencerminkan semangat gotong royong sekaligus memperkuat kesadaran bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Film "GempaR – Simulasi Bencana Gempa" dijadwalkan tayang secara perdana pada Agustus 2026 di Rusunawa Cingised dan akan ada syuting simulasi kebencanaan secara live streaming. Selain menjadi ajang apresiasi bagi warga yang terlibat, pemutaran tersebut juga diharapkan menjadi sarana edukasi yang mampu menumbuhkan budaya tangguh bencana di lingkungan masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, BPBD Kota Bandung dan Kampung Film Black Team berharap model edukasi berbasis film dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan program mitigasi bencana yang partisipatif, kreatif, dan mudah diterima oleh masyarakat.

Comments
Post a Comment